Feeds:
Posts
Comments


Berjilbab nggak berarti kamu nggak bisa keliling dunia!

* Agar Perjalanan MUDAH, MURAH bahkan GRATIS, tapi tetap AMAN bagi muslimah

* Kisah seru, lucu dan haru si jilbab traveler!
* Info komplit wisata ke Korea, Rusia, Amerika, Cina, dll
* Secuil kamus ‘survive’ di negeri orang
* Jurus cepat membaca peta ala Scott Sugawara
* Intinya: jangan jalan-jalan sebelum baca buku ini!

Sinopsis:

Yup! Nggak usah takut traveling hanya gara-gara kamu berjilbab.

Sejumlah muslimah di sini telah membuktikan mereka bisa menjelajah berbagai belahan dunia, satu hal yang sering jadi impian banyak orang. Uniknya dengan banyak cara.

Justru seharusnya kamu merasa aman dengan jilbab, karena biasanya jarang yang melirik. Wait, ini kabar sedih atau gembira, ya? Hehehe.

Maksud saya jarang yang ngusilin, begitu… :P

Anyway, Jilbab Traveler mengungkapkan kisah seru perjalanan 10 jilbaber ke berbagai negara: Perancis, Amerika, Iran, Korea, Cina, Rusia, dll.

Pengin tahu gimana orang di luar negeri melihat sosok berjilbab?

Dari yang dikirain TKW, dicurigain teroris, diteriakin Madame Theresa, sampai-sampai ditanyain,

“Bajunya bagus sekali! Di mana saya bisa dapat?”

Selain seru, buku ini bakalan bikin mantap jurus jalan-jalanmu. Liburan, sekolah, kursus, tugas, traveling atau menemani suami, di dalam dan luar negeri? No problem. Jalan-jalan jadi makin mudah, aman, dan murah, bahkan bisa gratis!

Mau?

————–
Data Buku:

Judul Buku: Jilbab Traveler

Penerbit: AsmaNadia Publishing House

Penulis: Asma Nadia dkk (Asma Nadia, Sitaresmi Sidharta, Beby Haryanti Dewi, Tria Barmawi, Dina Y. Sulaeman, Dina Mardiana, Dede Mariyah, Ellina Soraya, Hartati Nurwijaya, Wina Karnie)

ISBN: 978-979-19154-0-3

Tebal : 328 hal

Ukuran 13 x 20.5 cm

Estimasi harga: Rp. 45.000

My first published non-fiction essay….

Disini aku nyumbang satu tulisan yang mudah-mudahan bisa memperkuat semangat para ibu untuk memperjuangkan hak anak mereka.
Yo, yang belum beli…cari di toko ya ;-)

Gladys Dyandra Raharja

Siapa tu?? Ini dia tokoh utama di buku terbaruku, Topsy-Turvy Lady. Anak bungsu keluarga konglo Raharja, yang biasa hidup mewah dan manja. Sekolah di sekolah mahal, pakai barang-barang bermerk, mobil keren, teman-temannya memanggil dia Paris Hilton copy cat.

Dari awal, ayah Gladys sudah mewanti-wanti agar semua anaknya meneruskan bisnisnya nanti. Isabel dan Anika, kedua kakak Gladys, tidak keberatan. Tapi Gladys lebih suka dunia yang kreatif, apalagi glamour, misalnya fashion design, yang banyak diambil teman-temannya. Tapi karena tidak bisa menolak perintah ayahnya, Gladys terpaksa kuliah di jurusan yang diminta ayahnya. Tapi bukan Gladys namanya kalau nggak bikin ulah.

Gladys jatuh cinta. Lho, apa salahnya jatuh cinta? Masalahnya, Gladys jatuh cinta pada seorang cowok yang usianya jauh lebih tua dan nggak jelas asal-usulnya. Penentangan keluarganya membuat Gladys merasa tertantang dan akhirnya memilih meninggalkan “kerajaan”nya untuk mengikuti si cowok. Tapi ternyata…si cowok penipu. Dunia Gladys berbalik seratus delapan puluh derajat. Nggak bisa balik ke rumah, ketimpuk utang, akhirnya Gladys mesti belajar buat berjuang. Dan dalam keterpurukannya ini Gladys mulai melihat segala hal dari sudut pandang baru.

Yuk ikutin perjuangan Gladys, perjuangan buat bangkit dari keterpurukan, buat dapetin cintanya dan buat menjadi orang yang lebih baik lagi.

Topsy Turvy Lady

Cast:

  • Gladys Dyandra Raharja (Adis)
  • Widya (Adis’ bestfriend)
  • Isabel Raharja (Abel, kakak tertua yang galak)
  • Anika Raharja (kakak Adis yang lebih galak lagi)
  • Yuan (Adis’ boss+gebetan)
  • Sandi (Cowok matre, kelaut aja!)
  • Rilan (Devil wears Mommy-tag)
  • dan figuran-figuran lainnya

Metropop terbaruku, hope you like it!


Gladys, anak orang kaya, yang bergaya hidup hedonis tiba-tiba saja jatuh cinta pada Sandi, pria yang tak jelas asal-usulnya. Cinta itu membutakan dirinya, membuatnya memilih meninggalkan keluarga demi hidup bersama lelaki itu. Namun, bukannya membaik, hidupnya malah porak-poranda. Ia dicoret dari daftar keluarga, dan yang lebih miris, lelaki itu meninggalkannya setelah menguras tabungannya dan meninggalkan banyak utang di kartu kreditnya.

Sadar dirinya ditipu, Gladys panik dan bingung. Gladys terpaksa downsizing, menurunkan standar hidup, dan mulai mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya. Dengan statusnya yang masih mahasiswa, Gladys hanya bisa bekerja sebagai babysitter.

Sebagai anak bungsu yang dimanja, Gladys awalnya bingung harus berurusan dengan anak kecil. Namun akhirnya ia menikmati pekerjaannya, bahkan mulai mencintai Naima, anak asuhnya… apalagi, ayah Naima tidak memperlakukannya sebagai babysitter. Sekali lagi Gladys merasakan benih-benih cinta muncul di hatinya dan ia yakin cintanya pada duren itu tak bertepuk sebelah tangan.

Senin, 10 Sept 2007,
Diskusi Seru tentang Indra Keenam dan Ramalan Tarot

Anugerah dan Musibah?
TIDAK semua orang diberi anugerah indra keenam. Memiliki kemampuan seperti ini bisa menjadi pisau bermata dua. Sebuah anugerah atau musibah.
——————

Diakui oleh para bookaholic, Visco Magistar, Riska Dwi Ramadhani, Rizqi Dwi Prastiorini, Rendi Yussinata, dan Elvira Dwi Fatmawati, bahwa orang dengan indra keenam adalah spesial. “Orang semacam itu seolah mendapatkan kepercayaan lebih,” buka Rendi. “Dia diberi sesuatu yang nggak semua orang punya.”

Meski yang lain tidak langsung menanggapi, mereka tampaknya setuju. Semua sepakat, indra keenam seperti yang dimiliki Thalia (tokoh utama Tarothalia) merupakan anugerah. Tapi, tidak dengan Elvira. Dia merasa kasihan dengan orang yang punya indra keenam itu.

Diskusi para bookaholic semakin menghangat. “Benar…, kebayang dong bisa melihat hal-hal gaib sendirian,” timpal Riska sambil bergidik ngeri. “Mungkin bagi kita, itu terlihat menyenangkan, beda dari yang lain. Tapi, apa benar begitu?”

Tepat sekali, ciri orang yang memiliki indra keenam memang bisa melihat dan merasakan makhluk gaib. Seiring dengan pertambahan umur, mungkin orang itu juga bisa melihat masa depan. “Nah, kalo sudah begitu, apa benar masih menganggapnya keren?” tanya Riska dengan nada menyindir.

“Ya, masih lah…,” jawab Visco. Jika punya, Visco bakal melatih mentalnya agar terbiasa melihat hal gaib. Dia juga tergiur dengan kekayaan Thalia karena kemampuannya untuk melihat masa depan.

Thalia memang beruntung. Dia berhasil memanfaatkan potensi lebihnya ke arah positif. Menjadi penasihat spiritual, lalu menjadikannya sebagai profesi. Banyak di antara pemilik indra keenam seperti ini yang memanfaatkan untuk berbuat jahat.

“Aku jadi pengin seperti Thalia,” ungkap Rizqi yang sejak tadi diam. “Aku pengin bisa menolong orang dengan memberikan nasihat yang didapat dari penerawangan masa depan,” lanjutnya.

Profesi penasihat spiritual Thalia memang terlihat seperti peramal. Yang mampu membocorkan masa depan untuk kliennya. Ngobrolin soal ramal-meramal, kebanyakan semua berpikir kalo ini ilegal. Apakah bookaholic kita kali ini juga sependapat? Atau malah percaya dengan ramalan?

“Kalo aku sih nggak percaya,” tutur Visco. “Rugi amat hidup kita diramal orang lain. Jalannya hidup ini kan berdasar pilihan kita sendiri. Jadi, menurutku, nggak ada yang tahu jalan hidup kita selanjutnya,” lanjutnya.

Rendi sependapat. Dia malah merasa malas seandainya tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya kelak. Rendi parno kalau belum apa sudah tahu masa depannya.

Boleh juga pendapat si Visco. Pelajar SMA kelas tiga ini tampaknya sudah cukup matang memaknai jalan hidupnya. “Aku setuju sama Visco,” sahut Rendi tiba-tiba. “Justru kalo tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam hidup, kita malah jadi malas berusaha atau malah jadi parno,” sambungnya.

“Iya, Thalia memang tahu apa yang akan terjadi pada kliennya. Tapi, dia menyampaikannya dengan memberikan suatu solusi tindakan baik yang kudu dilakukan,” tambah Elvira mendukung Rizqi.

Nggak lama berdiskusi, mereka terlihat mulai kompak. Berbagai pernyataan hampir semua mereka utarakan sependapat. Mereka tampak sangat kagum dengan pilihan hidup Thalia. Memiliki indra keenam, memanfaatkannya sebagai penasihat spiritual dengan landasan ilmu psikologi, dan jadi kaya. “Kereeennn…!” teriak bookaholic kompak. (car)

Senin, 10 Sept 2007,
CUAP-CUAP

Dari Benci Jadi Suka
Sejujurnya, aku kurang begitu suka dengan novel teenlit atau metropop seperti ini. Soalnya, aku pikir, semua ceritanya penuh dengan fiksi dan nggak mendidik. Kebanyakan kan begitu. Kalo nggak cinta, persahabatan, atau cerita ngefans sama idola. Selalu itu yang diangkat.

Sama seperti metropop Tarothalia ini, ceritanya juga mengangkat tentang cinta dan persahabatan. Bedanya, setelah aku baca, kok tiba-tiba aku jadi ikut hanyut dalam cerita. Yang tadinya benci setengah mati, eh… novel ini berhasil mematahkan semua stigma awalku.

Mungkin, karena novel ini juga menyisipkan cerita tentang dunia karir. Menarik! Jarang ada novel yang menceritakan kesuksesan seseorang, apalagi sukses gara-gara indra keenam. Selain itu, alur ceritanya seolah mengalir dan sangat wajar, bikin yang baca nggak bosen. Overall, meskipun nggak terlalu perfect, cerita ini cukup menghibur.
Visco Magistar
SMAN 2
Buku Favorit : Siapa Manusia Pertama Itu?
Penulis : Agus Miradi
Nilai : 2

Cerita Terlalu Dewasa
Menurutku, novel ini lumayan. Memang sih, aku akui, penulis cukup mahir menuangkan ide-idenya. Jarang banget aku menemukan novel yang menceritakan indra keenam semacam ini. Tapi, yang membuatnya bernilai kurang, cerita yang diangkat tuh terlalu dewasa.

Dunia karir rasanya nggak menarik untuk aku yang masih SMA. Kisah cinta dan persahabatannya sudah jauh dari style anak seumurku. Nggak ada curhat-curhatan, nangis bareng. Bahkan, gaya pacarannya pun terlalu simpel, nggak ada asyik-asyiknya.

Cerita seperti ini mungkin cocok buat mereka yang kuliah atau punya karir dan berencana menikah. Dari semua ketidakcocokan cerita novel ini sama aku, ada hal yang ternyata mirip banget.
Riska Dwi R
SMAN 6
Buku Favorit : Harry Potter
Penulis : J.K. Rowling
Nilai : 2

Rangkaian Cerita Jelas
Novel ini keren banget! Aku salut sama penulis yang memunculkan ide tokoh dengan indra keenam. Apalagi, tokoh itu mempunyai karir yang sukses. Meski bertema indra keenam, novel ini nggak mengungkapkan kisah mistis. Atau malah ngebikin orang percaya sama takhayul.

Indra keenam itu dimanfaatkan untuk menasihati orang lain supaya jadi lebih baik. Itu yang keren, menurutku. Nggak cuma itu, novel ini menyajikan cerita dengan runtutan alur maju yang jelas.

Aku paling males kalo ada novel yang menceritakan peristiwa flash back. Bikin bingung! Penyampaian dengan bahasa yang mudah membuat keseluruhan cerita bisa ditangkap dengan baik. Sudah lama aku mencari bacaan metropop seperti ini.
Rizqi Dwi Prastiorini
Ubaya
Buku Favorit : The Da Vinci Code
Penulis : Dan Brown
Nilai : 4

Isi Sarat Pesan Moral
Yang membuat novel ini unggul tuh penulisnya jeli melihat kekosongan bacaan. Maksudnya, giliran novel lain cuma mengangkat cerita cinta dan persahabatan, ini justru mengangkat kisah karir dan indra keenam. Awalnya, aku takjub kalau tokoh utamanya ini ternyata punya indra keenam.

Keren banget! Apalagi, dia berhasil memecahkan kasus dengan nasihat bijaknya. Benar-benar keren! Bahasa yang digunakan penulis pun sangat mudah dipahami. Tambahan lain, novel ini juga menyelipkan pesan moral, khususnya buat mereka yang sedang putus asa.

Kalau tahu apa potensi yang kita miliki, sesusah apa pun tantangan, pasti bisa dihadapi. Sangat luar biasa. Menghibur, tapi juga memberi kita suatu hal yang sangat bermakna.
Rendi Yussinata
Unair
Buku Favorit : Chronicles of Narnia
Penulis : C.S. Lewis
Nilai : 4

Cerita Mudah Dipahami
Bacaan yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Baik dari segi cerita maupun tata bahasa. Benar-benar beda. Ini memang cerita fiksi, tapi tampak seperti ada tokoh sebenarnya. Novel ini seperti buku harian si tokoh. Dia cerita semua tentang kehidupannya.

Kata ganti orang pertama yang digunakan penulis membuat pembaca ikut masuk dalam kehidupan tokoh. Seolah kita benar-benar terlibat dalam tiap kejadiannya. Nggak nyangka aja, penulis bisa menciptakan kesan seperti itu.

Nilai plus dari novel ini tuh ya pesan moralnya. Aku jadi nyadar, Tuhan benar-benar adil. Setiap mereka yang merasa kekurangan, pasti diberikan-Nya suatu kelebihan. Jangan keburu putus asa, hadapi aja semuanya dengan tenang! Kebayang dong, ada novel yang memuat pesan moral sedalam itu. Luar biasa! Salut buat penulis.
Elvira Dwi Fatmawati
SMPN 12
Buku Favorit : Harry Potter
Penulis : J.K. Rowling
Nilai : 3

Nyomot dari multiply-nya Mbak Poppy, thanks ya, Mbak!

==============================================================

Setelah Harry Pergi

Fiksi fantasi belum kehilangan gairahnya.

Sampai umur 11 tahun, Jack hanyalah seorang bocah biasa dari keluarga Saxon yang sederhana. Ia tinggal bersama ayah, ibu, dan adiknya, Lucy, di sebuah desa pantai. Kalau ada yang agak istimewa di keluarga itu adalah kemampuan ibunya membuat sihir-sihir kecil.
Keadaan mulai berubah saat Bard meminta Jack menjadi muridnya. Cuma sebentar berguru sihir kepada Bard, kekacauan datang. Tahun itu, tahun 773, sekelompok prajurit terganas bangsa Viking menyerbu desanya. Bard mendadak gila, Jack dan Lucy menjadi tawanan Viking.
Petualangan Jack dan Lucy bersama Viking membawa mereka ke tempat-tempat yang hanya pernah didengarnya dalam dongeng. Mereka menjadi saksi pemusnahan Desa Gizur, mampir di Desa Olaf One Brow, menjejaki kampung raksasa Jotunheim, sampai mencicipi air dari Sumur Mimir yang magis.
***
Fiksi fantasi seperti novel The Sea of Trolls karya Nancy Farmer yang dicuplik di atas sepertinya tidak pernah loyo. Meski sang master fantasi Harry Potter sudah tutup buku Juli silam, novel-novel fiksi fantasi terus mengguyur pasar buku dunia.
Di dalam negeri, gairah fiksi fantasi juga belum padam. Tahun ini saja, penerbit Gramedia Pustaka Utama melepas cukup banyak karya sastra khayalan ini. Beberapa novel yang menjadi andalannya adalah trilogi Bartimaeus (Jonathan Stroud) yang terbit tiga buku sekaligus. Lalu dua seri dari trilogi His Dark Materials (Philip Pullman) dan Serbuk Bintang (Neil Gaiman).
Penerbit lain yang cukup menonjol di kategori fiksi fantasi adalah Matahati. Sepanjang 2007 mereka meluncurkan andalannya berupa serial Septimus Heap-Magyk (Angie Sage), The Sea of Trolls (Nancy Farmer), Chronicles of Ancient Darkness (Michelle Paver), serta Mitsuko (Kara Dalkey).
Tingkat penjualan buku-buku fiksi fantasi tersebut juga relatif bagus. Seri Bartimaeus-Amulet Samarkand sudah cetak ketiga, total 15 ribu eksemplar. Adapun kedua seri lain dalam trilogi ini masing-masing telah dicetak 10 ribu eksemplar. Serbuk Bintang juga sudah cetak ketiga, total 13 ribu eksemplar.
Dari kelompok Matahati, The Sea of Trolls sudah dua kali naik cetak dalam waktu dua bulan, masing-masing 3.000 eksemplar. Chronicles of Ancient Darkness-Soul Eater dicetak 8.000 eksemplar dan Mitsuko 5.000 eksemplar.
Editor fiksi Gramedia Pustaka Utama, Hetih Rusli, menuturkan peluang pasar fiksi fantasi tetap besar. Setelah kemunculan Harry Potter, kata dia, telah muncul satu pasar baru penggemar buku-buku fiksi fantasi yang menjadi pasar potensial. “Pasar bertambah lebar karena pembaca berasal dari segala umur,” kata Hetih.
Begitu pun, menurut dia, penerbit tidak pernah tahu persis judul buku fiksi yang bakal laris di pasar. Contohnya, Gramedia tidak menyangka trilogi Bartimaeus bisa merengkuh sukses besar hingga bisa cetak ulang tiga kali dalam setahun. Mereka sebelumnya mengira seri His Dark Materials yang bakal meledak.
Anggota staf pemasaran Matahati, Mohammad Haikal, senada seirama dengan Hetih. Ia mengatakan, meski sejak kepergian Harry Potter fiksi fantasi mulai ditinggalkan, sebagian besar penggemar si “anak yang bertahan hidup” itu masih mencari buku penggantinya. Merekalah salah satu pasar potensial fiksi fantasi.
Keberlanjutan fiksi fantasi, dia melanjutkan, juga akan ditopang oleh promosi melalui media layar lebar. Menurut Haikal, ada beberapa film yang dari buku-buku fantasi yang akan beredar, seperti film yang diangkat dari novel Septimus Heap, Chronicles of Ancient Darkness, Children of the Lamp. “Film-film tersebut merupakan film serial seperti film Harry Potter,” ujarnya.
Sayangnya, semua karya fantasi unggulan 2007 dipenuhi karya terjemahan. Karya-karya pengarang lokal hanya ada dua yang bersinar, yaitu Cinta Andromeda karya Tria Barmawi yang telah dicetak 7.000 eksemplar dan The Bookaholic Club karangan Poppy D. Chusfani yang dicetak 8.000 eksemplar.
Sebenarnya, kata Hetih, ada beberapa karya lokal yang mendarat ke meja redaksi. Tapi, dari sedikit karya yang masuk itu, lebih sedikit lagi yang “bergigi” untuk diterbitkan. Kelemahan utamanya ada di teknik menulis dan cerita yang “tidak masuk akal”. “Padahal tugas pengarang fiksi fantasi membuat pembaca percaya kisah fantasi yang ditulisnya nyata,” tuturnya.
Haikal pun menilai buku fiksi fantasi pengarang Indonesia masih kurang diminati pasar. Persoalannya, dia melanjutkan, karena cara berkomunikasi yang kurang lancar plus masyarakat Indonesia yang apriori terhadap buku fiksi pengarang dalam negeri. Walau demikian, penerbit Matahati tetap berkomitmen menerbitkan novel dari pengarang Indonesia. “Minimal dua pengarang,” ujarnya. EFRI RITONGA

====

Blog baru tapi lama

I’m coming back to the blogging world.

Antara posting ini dengan posting sebelumnya, gw tetep ngeblog di multiply (http://triabarmawi.multiply.com).

Kenapa ganti ke wordpress?  Nggak ganti kok. Gw bakal tetep nulis di multiply juga, at least copy paste, maintain 2 versi. Karena beberapa point keterbatasan multiply gw redirect domain triabarmawi.net kesini, bukan ke multiply. Gw suka multiply karena komunitasnya yang aktif :-)

Tapi untuk beberapa waktu gw belum bisa rajin ngeblog. Masih banyak kerjaan offline yang mesti dikejar. Hiks.


Kayaknya barengan nih ama BBC-nya Donna :-)

Jadwal terbit: 30 Januari 2007
Be prepared!

My Third Novel

Buku ketiga gw dijadwalkan terbit bulan ini, doain ya biar sukses :-)
Kali ini back to sains fiksi popular, masih di bawah genre Metropop-nya GPU.

Cerpen & flash fictionku juga muncul di buku keroyokan Blogfammers, Biarkan Aku Mencintaimu dalam Sunyi.

Mudah2an gw bisa lebih produktif, udah agak lama ‘libur’ nulis. Zona menulis nyamanku hilang di Bandung ini. I miss my Emmet. I miss my red and yellow home too. Yang lebih nyiksa lagi, I miss my hubby :-( (

Komentar Terbaik

Ini dia pemenang komentar terbaik untuk Lost in Teleporter dan Siapa Bilang Kawin itu Enak?:

Lost in Teleporter
==================
Pemenang I komentar terbaik: Bahtiar HS

Pemenang II & III: Melody Muchransyah, Rini Nurul Badariah

Siapa Bilang Kawin itu Enak?
=============================
Pemenang I komentar terbaik: Hernadi Tanzil

Pemenang II & III: Chelly TW, Melody Muchransyah

Pemenang komentar terbaik keseluruhan: Hernadi Tanzil

Selamat buat semua pemenang dan terimakasih untuk semua peserta.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.